CRAFTERKOKI

  • Home
Home → Semua Post

MELAHIRKAN

Crafterkoki
10 Comments
5/24/2017

Ni juga late post banget, dah ditulis dari kemaren2 tapi belum diposting aja di blog. Hari ini my baby genap 7 bulan.

usia 1 hari, wajahnya mirip banget abinya.

Entah dari kapan punya keinginan menulis untuk sekedar berbagi keluh kesah pengalaman melahirkan buah hati yang sudah lama dinanti. Tapi kesibukan sebagai ibu baru ditambah sedikit stress karena jauh dari hubby membuat saya enggan untuk menulis. Oke kali ini pikiran sudah sedikit refresh, sudah paham juga dengan pola aktivitas sikecil alhamdulillah breathable dan mulai menulis lagi dan siap berbagi cerita.

Satu minggu menjelang perkiraan lahir, pagi itu berjalan seperti biasa, sebelum alarm berbunyi saya sudah bangun karena merasakan sesuatu yang tak biasa merembes keluar. Sedikit takut karena ada teman yang sempat share pecah ketuban saat sedang tidur, walhasil saya kira kalau saat itu saya juga mengalami hal yang sama. Tapi hal itu saya alami hanya sebentar. Setelah adzan subuh berkumandang saya bangun seperti biasa, sehabis sholat saya ceritakan hal yang saya alami ke mertua. Kata beliau hal itu biasa, kemungkinan saya melahirkan sudah dekat mungkin sekitar 2 hari lagi begitu selorohnya. Mendengar penjelasan mertua hati jadi tenang. Sekitar jam 07.30 ada cairan merembes lagi, kali ini lebih banyak disertai darah. Langsung saya tunjukkan ke mertua, mertuapun tampak cemas. Saya menelpon suami, untuk segera bersiap pulang ke Kediri. Jam itu juga saya langsung dibawa ke Rumah Sakit tempat biasa saya kontrol. 

Di rumah sakit, skip..skip..skip, sampai ruang bersalin setelah dicek ternyata sudah pembukaan 2. Saya menelpon suami memberitahukan keadaan terakhir, sedangkan ibu mertua mengurus pendaftaran kamar di front office setelah dapat acc dari suami untuk ambil VIP class (ops..rada manja maklum anak pertama, lama lagi nunggunya). Suami langsung terbang dari Manado sekitar jam 15.00 dalam hati saya berharap semoga anak ini lahir setelah abinya sampai. Sesuai saran bidan saya jalan-jalan di lorong rumah sakit, agar pembukaannya cepat bertambah. Sesekali saat lelah saya berbaring diranjang. Tiap jam ada petugas jaga keliling yang bertugas memeriksa detak jantung bayi dalam kandungan. Skip lagi sudah masuk jam 19.30 setelah pemeriksaan bidan terakhir pembukaan saya belum bertambah juga. Malam itu saya tak bisa tidur, perut yang sesekali melilit ditambah rasa cemas pembukaannya belum bertambah sekalian nunggu suami yang sedang OTW dari bandara. Pukul 01.30 si hubby datang tergopoh gopoh, leganya hati melihat dia sudah datang (anak pinter, mau keluar nunggu abinya dateng). 

Keesokan harinya masih tetap sama pembukaan 2 ke 3, kata bidan yang memeriksa memang kalau anak pertama cenderung lama untuk nambah pembukaan so saya disuruh bersabar. Pagi itu saya di NTS untuk memeriksa rekam jantung si jabang bayi untuk dilaporkan pada dokter yang menangani saya. Sekitar jam 09.00 WITA saya di USG, karena dokter yang menangani saya sedang tidak praktek saya di USG dokter lain dan hasilnya perkiraan usia kandungan 37-38 week, padahal sudah masuk 39 week jalan hampir 40 week. Hasil NTS dan USG kemudian dilaporkan pada dokter yang menangani saya (dr. S). Waktu terus berjalan, hati tenang karena ditemani suami dan mertua walaupun pembukaan belum juga bertambah. Sampai dokter visit datang dan menyampaikan pesan dari dr. S kalau saya disuruh pulang dan kembali lagi seminggu kemudian kalau ingin melahirkan normal, atau dilahirkan sekarang lewat operasi cesar. Dokter visit menyarankan lebih baik operasi cesar karena ini anak mahal begitu kata dokter (HSVB begitu bahasa medisnya) Sesaat setelah dokter keluar, suasana berubah panik. 

Saya memang ingin normal, tapi saya juga tak ingin ada kejadian yang tak diinginkan terjadi jika saya menuruti opsi dokter yang pertama (ya iyalah, serasa gambling banyak yang saya pertaruhkan disini) tangispun akhirnya pecah. Suami tampaknya tak tega dan menyetujui operasi cesar. Persiapan operasipun dimulai, jam 14.00 saya mulai puasa disusul cukur mencukur (ops) dan pakai baju operasi. Operasi akan dilaksanakan pukul 22.00 WITA nanti. Belum juga bayinya lahir tapi saudara yang jenguk dah berdatangan. Ada bu lek, bu de, sepupunya suami, dan lainnya. 

Sekitar jam 16.00 saya mulai merasakan sakit perut yang mulai intens namun saya anggap biasa saja. Hingga menjelang Isya tepat disaat rombongan keluarga suami datang Kakak ipar lengkap dengan si kembar naya rida, mbah, dan bu lik datang, rasa nyeri perut sayapun semakin hebat perlahan mulai tak tertahankan hingga ketuban mulai rembes banyak lalu suami panggil bidan jaga. Setelah diperiksa ternyata pembukaannya dah bukaan 6. Buru-buru saya dibawa keruang bersalin, sempat kesal karena saya dibawa pakai kursi roda padahal perut dah sakit minta ampun. Kenapa gak pakai bed saja, suamipun nampak ikut kesal karena ketika saya turun dari bed ke kursi roda ternyata bednya dalam keadaan tidak terkunci. Sampai diruang bersalin perasaan saya mulai kacau, melihat kondisi ruang bersalin yang penuh dengan bumil muda lagi ngeden (tambah panik donk). Awalnya saya ditemani suami, namun saya tak tega. Saya minta suami saya keluar dan saya ditemani mertua perempuan dan kakak ipar. Hemmmmmm sakit melahirkan bikin saya meringis tak tertahankan, sementara karena sudah persiapan mau operasi membuat saya setengah hati menjalani persalinan normal. Sampai saat bidan menyarankan saya untuk minum saya tetap kekeuh tak mau minum. Rasa sakitnya luar biasa, semakin lama semakin intens. Hilang muncul hilang muncul begitu seterusnya sampai air ketubannya saya rasakan mengalir deras, dan tanpa sadar saya mulai ngeden. Bidan dengan sabar membantu proses persalinan saya, walaupun beberapa kali saya marah karena hal-hal kecil. Ditengah jalan saya sudah tak kuat lagi ngeden, sesuai saran bidan akhirnya air putih dan sebotol pocari sweet disamping tempat tidur saya tenggak juga. Si jabang bayi belum mau keluar juga rupanya, sampai bidan minta ijin untuk dibantu di dorong oleh 2 orang bidan. Akhirnya dalam hitungan menit.... oeeeeeekkk sikecil keluar, saya berlinang air mata (Diluar dr. S dan dr.anastesi lari-lari kata suami saya, telat dok... bayinya sudah berojol duluan). Bayi perempuan cantik sehat dan tampak berkulit putih meski belum dibersihkan. Entah mirip siapa saya tak sempat melihat dengan seksama karena penglihatan jadi sedikit kabur setelah melahirkan. Operasi cesar yang dijadwalkan jam 22.00 akhirnya gagal, sikecil lahir pukul 22.02 terpaut 2 menit dari jadwal operasi. Sesaat kemudian bayi mungil ditempelkan di dada saya, ajaib dia mulai mencari cari sesuatu (puting) inikah yang disebut naluri. Tak berapa lama si kecil dibawa ke ruang bayi untuk dibersihkan dan diadzankan abinya. Lega rasanya bisa melihat sikecil lahir sehat sempurna tak kurang sesuatu apapun.

Selanjutnya proses persalinan diakhiri dengan sesuatu yang menyakitkan (lebay:mode on). Eh tapi bener bagian ini juga tidak kalah sakitnya. Yap..jahit menjahit, heeeeem membuat saya berkali kali meringis kesakitan. Tak kurang dari 40 jahitan, istilah bidan bilang jahit obrasan... Bolak balik saya tanya bidan "dah selesai jahitnya?" bidan hanya menjawab sebentar lagi bu. Mungkin adalah sekitar 1 jam. Setelah selesai dijahit, sayapun diseka. Sebelum diseka suami saya sempat masuk dan memberikan ucapan selamat kalau saya sudah syah jadi ibu. Saat diseka alamak, saya menjerit kedinginan. Lalu bidan menyuntikkan entah suntikan apa namanya, seka menyekapun akhirnya ditunda sampai tubuh saya kembali normal. Saya minta diambilkam selimut dan teh hangat, entah dimana suami dapet teh hangat jam segitu (00.00), teh hangatpun langsung saya seruput tanpa jeda. Akhirnya kondisi saya berangsur membaik, kemudian saya diseka pakai air hangat. Setelah diseka dan dipakaikan baju saya kembali diantar ke ruang rawat. Suami ikut kakak ipar saya pulang kerumah untuk mengambil beberapa barang yang dibutuhkan, sementara saya ditemani ibu mertua yang dengan sabar merawat saya. Tampaknya ibu mertua saya lelah namun lega karena cucunya sudah lahir, beliau tertidur lelap. Sementara saya beberapa kali terbangun, tak percaya rasanya... hampir 7 tahun dan sekarang saya syah jadi ibu. Airmatapun tak berhenti berderai, terima kasih Ya Allah. 

Keesokan harinya saya mulai ceria, ditambah suka cita menyambut kelahiran sikecil. Sempat tak sabar ketemu sikecil yang masih diruang bayi berkali kali saya mengeluh ke mertua kenapa anak saya kok belum diantar ke kamar juga, mertua tersenyum simpul melihat tingkah saya, hehehe. Pukul 08.00 akhirnya sikecil diantar ke kamar juga. Masyaallah, tak bosan rasanya memandang wajah lucu yang mirip sekali dengan wajah abinya. Pun abinya juga sama, senyum-senyum sendiri memandangi anaknya. Terima kasih Ya Allah ya Rabb Tuhan semesta Alam atas segala berkah dan kekuatan yang engkau berikan. Dua hari setelah melahirkan si kecil akhirnya saya bisa pulang kerumah.



To be continued
Read More »

Kalender Kehamilan dan Perkembangan Janin

Crafterkoki
Add Comment
9/10/2016
Bagi teman-teman yang butuh kalender kehamilan, silakan cek it dot di sini  https://docs.google.com/spreadsheets/d/1LVBYsIazu1m_4suH_9LgQtMtRCzLQxZE6N6vX3yrKHU/edit?usp=sharing
Read More »

KONSULTASI KEHAMILAN

Crafterkoki
18 Comments
4/20/2016
sumber gambar:www.123rf.com
Konsultasi 1
25 Februari 2016 (4 W 3 D)
2 hari setelah mendapat tespack positif kami pergi ke dr.T untuk memastikan ulang. Baru masuk ruang praktek dr. T saya sudah digoda beliau. "Sudah gerak-gerak", saya tersenyum. Bulan kemarin ditanya dah berapa bulan padahal belum hamil eh sekarang baru hamil dah ditanya dah gerak-gerak, ckckckck. Tanpa banyak berbasa basi saya langsung di trans V. Terlihat jelas kantong kehamilan dan titik kecil, kata d. T adalah calon janin. Senangnya, Alhamdulillah ya Allah. Suster lalu memberikan suntikan penguat kandungan. Sementara dr.T ngobrol dengan suami saya. Setelah disuntik saya menyusul. Dr. T meresepkan obat dan memberikan pengantar cek Laboratorium standart kehamilan, beberapa item tidak dimasukkan karena sudah dicek saat operasi LOD. Dua minggu lagi saya diminta untuk datang kembali melihat detak jantung janin yang ada dalam rahim saya. Kali ini tidak seperti biasanya, kunjungan kami lebih singkat. Selesai membayar jasa dokter di kasir kami ke apotik untuk menebus resep dan menjalani cek laboratorium. Walaupun antri lama, dan sampai dirumah sekitar jam 11 malam tapi saya tidak bisa menutupi kebahagiaan yang saya rasakan. Rasa lelah terbayar setelah melihat kantong janin dan bakal janin calon anak kami.

Biaya konsultasi dokter, USG trans v dan suntik penguat Rp. 500.000,-
Cek Laboratorium Rp. 414.000,-
Vitamin (Folamil Genio) dan penguat (Cygest) Rp. 518.000,-
Total : Rp. 1.432.000,-

Konsultasi 2
12 Maret 2016 (6 W 5 H)
Menunggu 2 minggu untuk kembali check up ke dokter T lama banget (gak sabaran mode on). Sudah tidak sabar rasanya mendengar detak jantung janin yang saya kandung, yang katanya bisa di deteksi setelah kandungan berumur 6 minggu. Sebenarnya ada sedikit kecemasan, orang dengan PCOS seperti saya banyak yang mengalami BO (blighted ovum) dan kehamilan yang tidak berkembang. Kecemasan semakin menjadi saat saya gabung di group Whatsapp yang anggotanya pengidap PCOS. Ada anggota yang hamil dan terpaksa kehilangan janinnya karena kehamilan tidak berkembang, belum lagi karena rutin SR di female dialy, ada juga penderita PCOS lain yang mengalami BO. Perasaan semakin tak karuan. Dua minggu rasanya seperti menunggu satu tahun. Akhirnya waktu yang dinanti tiba, yeay waktunya ke dokter. Terasa special karena hari ini saya berharap bisa mendengar detak jantung si jabang bayi, mau ketemu dokter rasanya lebih special dari ketemu pacar wkwkwkwkwk. 

Sebetulnya mau berangkat jam 06.00 pagi eh tapi jadi molor jam 06.30. Tapi untunglah suami berinisiatif lewat tol Cipali nyambung tol Cipularang jadi bisa menghindari macet weekend. Tapi tetap saja kena macet pas keluar tol Pasteur, untung cuma sebentar, hehehehe. Jam 08.30 kami sampai Limijati. Suami saya parkir diluar karena parkir Limijati pasti penuh kalau hari Sabtu. Begitu sampai di depan langsung ditanya petugas penjaga mesin gesek reservasi, mau ke dokter siapa?. Untungnya saya sudah daftar by phone, kalau tidak mungkin hari ini tidak kebagian jadwal karena pasien dr. T sudah full, begitu kata petugas penjaga mesin. Sementara saya ke ruang praktek dokter, suami saya ke lab. untuk mengambil hasil test kehamilan standart 2 minggu yang lalu. Datang sebelum jam praktek tidak menjamin dapet nomer antrian pendek, saya mendapat no.17 ( kata suster sekitar pukul 12.00 ). Walhasil jadi bolak balik ke kantin Limijati beli camilan karena lapar. Akhirnya tiba giliran saya, setelah ditimbang dan ditensi saya masuk ke ruang dokter. Kali ini dokter tidak bercanda seperti biasanya, tapi kami selalu disambut dengan senyuman. Setelah membolak balik catatan rekam medis saya, dr. T pun berkata yuk dilihat dulu yuk, hari ini sudah harus ada detak jantungnya ya. Saya manggut-manggut. Setelah mempersiapkan diri saya tidak bisa menutupi rasa cemas, yang biasanya saya santai menyenderkan kepala saat akan di trans v, eh kali ini kepala saya mendongak. Dr. T masuk dan sepertinya paham dengan yang saya rasakan, beliau menepuk nepuk lutut saya berusaha menenangkan. Plooooong rasanya ketika melihat si janin ada dilayar, jelas sekali. "Mau dengar detak jantungnya?" Kata dr. T "ya" saya manggut-manggut. MasyaAllah detak jantungnya keras sekali dan dilayar terlihat berkedip kedip. Senangnya bukan main. Terima kasih ya Allah. Di luar pasti nich hubby lagi ngerekam video usg trans V dari monitor yang ada di depan tempat duduknya "gumam saya dalam hati". Setelah usg trans v saya merapikan diri, dan menyusul dokter ke meja konsultasi. Dr. T membuka buka hasil tes Lab saya, lalu dikasi tanda "kurang minum". Beliau menasehati saya untuk banyak minum selama kehamilan. Setelah memberi catatan di buku kontrol dan memberi resep saya meminta surat rujukan untuk tes TORCH pada dr. T. Sebenarnya dr.T belum menyarankan tes ini, hanya saja untuk berjaga jaga dan make sure jika janin yang saya kandung baik-baik saja. Setelah membayar biaya jasa dokter di kasir, kami menuju apotik untuk menebus obat kemudian ke lab untuk menjalani tes torch. Hasil tes keluar dalam 3 hari, kami meminta hasil dikirim by email. Alhamdulillah kontrol hari ini berjalan lancar dan surprise sudah mendengar detak jantung si janin "little Wahyudi". 

Biaya konsultasi dokter dan Usg Rp. 300.000
Biaya Obat (Formell, Folamil Genio dan Ossoral @30 tabs) Rp. 326.700
Biaya tes Torch lengkap Rp. 2.373.000
Total biaya: Rp.2.999.700,-

**Alhamdulillah 3 hari kemudian hasil test TORCH sudah dikirim ke email saya, dan hasilnya menunjukkan toxo, rubella dan CMV IGGnya masing masing positif dan IGMnya masing masing negatif (artinya saya sudah pernah terinfeksi dimasa lampau, dan sekarang tidak sedang terinfeksi) jadi insyaAllah aman. Sedangkan untuk HSV2 IGG dan IGM negatif semua (saya bebas HSV2). Namun ada hal yang sedikit mengganggu ketika saya berinisiatif menanyakan hasil tes tersebut pada teman yang profesinya dokter, titer IgM toxo dan rubella masih tinggi katanya, lieur ah, kumaha ieu? cemas deui. Akhirnya ngoprek ngoprek mbah google cari info, dan menurut beberapa situs sudah tidak berbahaya.


Konsultasi 3
09 April 2016 (11W, 5 D)
Menunggu sebulan untuk melihat perkembangan si jabang bayi lagi lagi lama sekali rasanya. Belum lagi pada minggu ke-7 saya sempat mengeluarkan flek. Siang itu saya minta antar ke rumah sakit terdekat, eh kok ya pas banget aki mobil lagi ngedrop. Ya Allah, hari itu saya hopeless banget, takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Pun, demikian dengan hubby tubuhnya bermandi keringat mungkin karena cemas. Akhirnya dia telp dr.T lalu memberikan telp ke saya. Oleh dr. T sy di suruh bedrest dan disuruh laporan 2-3 hari lagi klo fleknya tidak berhenti. Alhamdulillah sore ketika saya cek fleknya sudah tidak ada. Mencoba menenangkan diri, walaupun sebenarnya bayangan mengalami hamil tak berkembang terus saja menghantui. 

Singkat cerita, tiba juga waktu yang dinanti nanti. Tiap kali akan kontrol ke dr.T semangat selalu bergelora. Malam jadi susah tidur, membayangkan sudah sebesar apa ya "anakku sayang" sekarang. Pagi itu kami berangkat pukul 06.30, tadi malam saya ditelp customer service Limijati kalau hari ini praktek dokter dimulai jam 10, satu jam lebih lambat dari praktek normal. Sampai di Limijati, ambil antrian perkedatangan jam 9 lebih sedikit saya dapat no.antrian 18. Sembari menunggu giliran suami mengambil hardcopy hasil cek lab tes panel darah lengkap. Beruntungnya saya hari itu karena banyak pasien yang terlewat, jam 11.30 saya sudah masuk ruang dokter. Seperti biasa kami berdua disambut senyum sumringah dokter T. Kami dipersilahkan duduk, saya menyodorkan amplop hasil tes lab. Dr.T membukanya, dilihat sejenak kemudian ditulisi "normal". Beliau menjelaskan kalau hasil IGM positif namun masih dibawah angka 600, berarti tidak dalam kondisi membahayakan. Fiuuuuh...lega rasanya. Lalu saya diarahkan ke tempat USG, syukurlah hari in iUSG konvensional saja bukan USG trans-V seperti biasanya. Setelah dipersiapkan suster sebelumnya dr.T pun memulai USG. Seneeengnya bukan main ketika lihat keadaan "Little Wahyudi" sudah jauh lebih besar dari hasil USG sebelumnya. Gerakannya cukup aktif, kata dr.T "dah mau sit up nich babynya". Sempat dilihatkan pakai USG 4d juga sebentar, diperdengarkan detak jantungnya juga. Kata dr.T bayinya besar ukuran kehamilan yang baru 10 w 5 day, namun CRL bayinya sudah berukuran 12 w. Waaah "Little Wahyudi" bongsor kayak Ibu-Bapaknya nich. Di meja konsultasi saya menanyakan beberapa hal pada dokter, duuh momentnya gak pas dr.T tampak begitu lelah, belum selesai nulis resep saya sudah menggebu gebu memberondong dr.T dengan berbagai macam pertanyaan. Semua pertanyaan alhamdulillah diberikan jawaban, hanya saja konsultasi kali ini jadi kurang gimana gitu. Malah dr. T cerita ke suami kalau hari ini beliau ngantuk dan lelah karena baru pulang dari Jakarta, lalu meminta dipesankan kopi  pada suster. Dalam hati saya kasian dr.T, capek lelah masih aja praktek, mungkin karena pasiennya yang seabreg jadi susah juga buat bolos praktek sehari saja, hehehe. Sesi konsultasi hari inipun selesai, sebelum pamit dr.T bilang kalau ada apa-apa silahkan telpon, "kalau lewat Whatapps boleh dok?", sambil tersenyum dr.T mengangguk dan bilang "boleh".. hehehehe...

Biaya konsultasi dokter dan USG Rp. 300.000,-
Folamil genio, Hi bone active chew dan Folac @30 Rp. 249.000,-
Total: Rp. 549.000,-

Konsultasi 4
28 April 2016 (13 W, 5 D)
Sebenarnya belum waktunya nge-check "little wahyudi" ke dokter, hanya saja karena per tgl 01 mei 2016 si hubby harus pindah tugas ke Manado jadi kami memutuskan untuk mengunjungi dr.T sebelum terbang ke Manado, untuk memastikan "little wahyudi" aman saat perjalanan nanti. Minggu itu, kegiatan suami padatnya bukan main, mulai ngurus kepindahan, alih tugas, kirim mobil, sampai packing-packing barang. Sebagian barang kami kirim pake truk ke Kediri Jawa Timur dan sebagian kecil dikirim ke Manado lewat pos. Di sela kepadatan itu, alhamdulillah hubby masih sempat mengantar saya berkunjung ke dr.T. Berangkat dari Indramayu (Sanca, Gantar) 13.30 WIB sampai di Bandung 16.30. Praktek dr.T  tampaknya sudah mulai. Hmm... saya kebagian no.18, ya sudahlah apa mau dikata. Setelah sholat Ashar di musholla kami berinisiatif pergi ke toko perlengkapan bayi "Lavie Baby House". Kapan lagi nih ke Bandung, sekalian mumpung masih di Bandung kita mau beli persiapan melahirkan walapun belum waktunya. Konon katanya toko ini lengkap dan harganya miring (hasil googling dan baca-baca blog orang). Ah... tak beruntung rupanya, bolak balik muter tokonya gak ketemu, padahal sudah pakai GPS, mana kota Bandung macetnya luar biasa kalau sore. Ya sudahlah, adzan Magrib berkumandang kami urungkan niat pergi ke toko tersebut dan kembali ke RS. Limijati. Setelah sholat Magrib, saya tanya ke suster ternyata baru sampai urutan 13 dan suster menginformasikan bahwa setelah ini dr.T mau istirahat sholat dulu. Syukurlah, ada 3 nomer yang terlewat sehingga saya bisa masuk lebih awal, hehehehe.    Sebelumnya saya ditimbang, periksa tensi dan ditanya seputar keluhan. . "Assalamualaikum dok", "waalaikumsalam" jawab dr. T Seperti biasa kami selalu disambut senyum sumringah. "Perasaan baru kemaren kesini, kok sudah kesini lagi" ujar dr. T memulai percakapan. Sayapun mengutarakan alasan kami datang.. skip..skip..skip.. (biar cepet ceritanya ya). Kata dr.T tidak masalah dibawa naik pesawat selama kandungan sehat dan belum mencapai usia 34 week. Plooong dong rasanya, selain itu dr.T juga memberi rekomendasi dokter kandungan rujukan di kota Manado (Prof. Hermi/dr. Maria Loho) yang merupakan teman sejawat dr. T. Selanjutnya saya di USG, bagian ini selalu kami tunggu. Sudah sebesar apa ya "little wahyudi" sekarang. Wow nampaknya sudah lebih besar dari USG terakhir, "little wahyudi" ngumpet di perut sebelah kanan... sampai dr.T sedikit kesulitan menemukan angle gambar yang pas supaya terlihat jelas di monitor. Tangan dan kakinya sudah kelihatan "dok" tanya saya, karena jujur awam seperti saya susah memahami hasil USG. "Sudah kok" kata dr.T kemudian sedikit dilihatkan pakai USG 4D, hihihihi... "little wahyudi" kelihatan lagi pegang kepalanya mirip orang lagi pusing. Saya jadi ketawa sendiri lihatnya. Setelah USG selesai saya tidak diresepkan vitamin seperti biasanya, hanya diresepkan penguat kandungan yang harus diminum 2 hari menjelang keberangkatan. 

Biaya konsultasi dokter dan USG Rp. 300.000,-
Penguat kandungan (Duphaston) 15 tabs Rp. 294.700,-
Total biaya Rp. 594.700,-

Selesai bayar jasa dokter di kasir dan menebus resep, saya minta langsung pulang. Tapi suami kekeuh ngajak ke Lavie Baby House. Syukurlah, kali ini bisa sampai juga. Punya waktu belanja 1.5 jam saja sebelum tokonya tutup pukul 21. Belanja finish kamipun pulang, haaaaaaaa sampai dirumah jam 01.30 karena si hubby sempat istirahat tidur di rest area Cikopo. Terima kasih ya Allah "little wahyudi" sudah semakin besar dan sehat dan engkau melindungi perjalanan dan melancarkan aktivitas kami hari ini.

Intermezzo,,,,
Awalnya saya pikir saat pindah ke Manado, saya akan lebih sering update blog. Lingkungan yang cukup nyaman dan banyak dapat teman baru membuat saya terlena. Rasanya lebih asyik mengobrol banyak hal, tentang perbedaan kultur diantara mereka dll, daripada update blog... huaaaaaa,, baru sempet update blog lagi setelah tiba di Jawa Timur (pondok mertua indah, wkwkwkwk). Maklum sepi poooooool....

Konsultasi 5
Ini kali pertama saya ke dokter kandungan di Manado. Berharap ketemu dokter yang menyenangkan dan menenangkan. Saya memutuskan untuk mengunjungi salah satu dokter kandungan teman sejawat Dr.T yang direkomendasikan beliau sebelum saya terbang ke Manado. Kami berangkat sebelum magrib, benar-benar perjalanan yang tak pernah saya lupakan. Bagaimana tidak, kami yang belum paham kota manado harus terjebak macet panjang karena hari itu bertepatan dengan pesta rakyat ditambah lagi kesusahan mencari masjid saat adzan magrib berkumandang. Alhasil kami harus putar arah, cari masjid terdekat. Di Manado sedikit susah mencari masjid, karena mayoritas penduduk adalah ummat Kristiani. Untunglah walaupun putar arah agak jauh, kami menemukan sebuah masjid kecil. Selesai sholat kami melanjutkan perjalanan ke rumah sakit Kasih Ibu di komplek Bahu Mall, walaupun lalu lintas masih saja macet. Kami tiba di Rumah sakit pukul 20.20 dan praktek dokter sudah mulai. Saya mendapat antrian no. 12, namun harus disela karena ada pasien pasca operasi yang didahulukan. Tak beberapa lama akhirnya tiba giliran saya masuk ruang praktik dokter. Prof. H nampak sudah sepuh. Beliau mengira bayi saya adalah hasil bayi tabung. Suami saya menjelaskan kalau setelah LOD saya berhasil hamil alami. Sayapun dipersilahkan untuk masuk ke ruang USG. Prof. H memulai USG. Tanpa banyak berbicara, beliau hanya menjelaskan kalau kondisi "little wahyudi" dalam kondisi sehat, dengan jantung yang bagus. Amazing.... saat di USG tak disangka kami melihat tangannya bergerak seperti orang yang sedang melambaikan tangan, mungkin "little wahyudi" mau menyapa ummah dan abi nya, hehehehe. 

Oleh dokter saya dinasehati agar tidak melakukan aktivitas yang berat-berat, cukup istirahat dan makan makanan yang bergizi. Sayangnya konsultasi hamil kali ini kami tidak bisa mendapat print out USG, saya sedikir kecewa. Karena biaya konsultasinya sama dengan biaya konsultasi sebelumnya dengan dr. T, hanya saja di dr. T selalu dapat print out dan diperlihatkan USG 4 D sebentar. Resep yang diresepkan Prof.H sama dengan dr. T. Salah satu resep harus saya tebus di apotik Kimia Farma karena tidak tersedia di RSIA Kasih Ibu.



Biaya konsultasi dokter dan USG Rp. 300.000
Folamil Genio Rp. 154.000
Hi Bone Rp. 126.000

Konsultasi 6
Setelah beberapa kali sharing dengan teman baru di Manado, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mendatangi Prof. H lagi. Di dekat Farm ada praktik dokter kandungan, konon menurut teman teman saya dokternya ramah dan detail menjelaskan kondisi bayi saat di USG. Dengan pertimbangan tersebut saya memutuskan untuk mendatanginya. Waaa... hari itu hari ke-5 puasa, kami berangkat setelah berbuka puasa. Kali pertama, kami disambut dengan senyum perawat tua yang tak ramah, jengkel sekali rasanya. Untunglah kami menunggu tak begitu lama. Ternyata dr. S masih muda, mungkin seumuran saya, hehehehehe... (ngaku muda mode on). Saya langsung diarahkan suster ke tempat USG, ternyata benar yang dikatakan teman kalau dokternya sabar dan mendetail dalam menjelaskan hasil USG, hasil USGnya juga di print. Alhamdulillah kondisi little wahyudi sehat dengan ukuran yang sesuai dengan usia kehamilan. Hanya saja saya sedikit shock saat dr.S memberi tahu jika saya harus melahirkan lewar sectio cesar, alasan beliau karena kehamilan saya adalah kehamilan beresiko. Cukup lama kami berbincang dengan dr.S beliau banyak bertanya tentang promil  dan LOD yang saya jalani. 

Biaya konsultasi dokter dan USG Rp. 150.000
Folamil Genio Rp. 154.000
Hi Bone Rp. 126.000

Konsultasi 7
Merasa puasa dengan pelayanan dr.S konsultasi berikutnya sayapun mendatangi praktek beliau. Sampai disana saya harus kecewa karena dr.S masih cuti, dan menurut informasi beliau mulai praktek lagi lusa mendatang. Kemungkinan ini konsultasi terakhir saya di Manado, karena minggu depan saya harus pulang ke rumah mertua di Kediri Jawa Timur untuk persiapan melahirkan disana. Dua hari kemudian saya dan suami datang jam 5 sore, dan mendapat giliran jam 6 sore. Tak seperti biasanya, dr. S nampak tak semangat namun senyum tetap tersungging lebar di bibirnya. Di depan tadi suster memang bilang kalau dr.S dalam kondisi kurang fit, sayapun jadi iseng menanyakan kondisi beliau. "Lagi sakit dok"? Sambil tersenyum dr.S menjawab "iya" lirih. "Sakit apa dok"? "Saya habis dilaparoskopi miomektomi". Beliau bercerita singkat, kalau habis dilaparoskopi karena miom di jakarta minggu lalu. Sambil di USG Obrolan kami berlanjut, malah jadi share tentang pengalaman laparoskopi. Alhamdulillah kondisi little wahyudi sehat, ukurannya sesuai dengan usia kehamilan. Hanya saja hari itu kertas print photo USGnya habis, jadi hasil USGnya tidak di print. Hari itu, saya juga pamit ke beliau karena akan pulang ke Jawa Timur. Saya juga meminta diresepkan obat penguat kandungan untuk sekedar berjaga-jaga. 

Biaya konsultasi dr tanpa print out USG Rp. 125.000
Folamil Genio 157.000
Hi Bone Rp. 126.000
Duvadilane @5 tabs Rp. 48.000

Konsultasi 8
Bye Manado, sampai jumpa tahun depan. Insyaallah saya akan kembali membawa serta little wahyudi. Dua hari sejak kedatangan saya di Jawa Timur dan setelah acara tingkepan, sesuai saran dokter sayapun langsung pergi menemui dokter kandungan untuk sekedar konsultasi dan memastikan kondisi little wahyudi pasca naik pesawat. Sebelumnya saya sudah browsing internet dan memilih milih klinik yang akan saya kunjungi. Pilihan saya jatuh di RS. Aura Syifa, kebetulan rumah sakit tersebut juga berkerja sama dengan asuransi perusahaan tempat suami bekerja, selain itu beberapa kerabat juga pernah melahirkan di RS. Aura Syifa, dan menurut mertua pelayanan di RS tersebut memadai, perawatnya juga ramah. Berangkat dari rumah pukul 08.00 dan sampai pukul 09.00 praktek dokter belum mulai. Memang benar yang dikatakan mertua, walaupun rumah sakitnya tidak besar namun perawatnya ramah dan komunikatif. Selang beberapa menit nampak pria setengah baya tergopoh gopoh membawa 2 tas slempang masuk dalam ruangan praktek, sepertinya pria tersebut dokter kandungan yang sedang praktek. dr. Su**** Adr*****, Spog. Beliau juga praktik di RSUD Gambiran. Tak menunggu lama, tiba giliran saya masuk. dr. S nampak lugas, tak banyak bicara saya langsung diarahkan ke tempat USG. Tak seperti dokter kandungan sebelumnya, USGnya cukup cepat namun cukup detail. Kedua tangan dokter berkerja cepat, tangan kiri pegang alat USG dan tangan kanan pegang kursor. Sepertinya dokter ini cukup berpengalaman, dan alhamdulillah little wahyudi dalam kondisi sehat. Setelah di USG saya mencoba menanyakan perihal melahirkan, apakah benar saya harus melahirkan lewat Sectio Cesar. Jawaban dr. S ternyata berbeda, menurut beliau tidak harus cesar hanya saja, persalinan saya tidak boleh ada manipulasi seperti proses vacuum, pemberian oksitosin dll. Istilah beliau "bayi mahal" a.k.a HSVB (High Social Value Baby). Konsultasi yang singkat namun saya puas, next time konsultasi berikutnya ke dr.S lagi dan insyaallah mantap melahirkan di RS. Aura Syifa. Masalah lewat jalur normal atau cesar biarlah dipikirkan nanti. Kali ini hanya sebatas konsultasi, resep tidak saya tebus karena vitamin dari dokter sebelumnya masih banyak. Dan cukup surprise dengan biaya konsultasi disini, murmer cyiiint... hehehehehe.

Konsultasi dokter dan print USG Rp. 80.000

Konsultasi 9
*late post banget bu ibu, sebetulnya dah ditulis dari kapan hari tapi mualasnya itu lo. Seakan ada batu ganjaran yang teramat besar buat nyalain Lappy (lebay mode on). My baby sekarang sudah umur 7 bulan. Tapi gak papa dech, melanjutkan bukti sejarah kalau saya sudah mengalami peristiwa luar biasa yang disebut "HAMIL" :nyengir:


Time to go to hospital...
Dua minggu setelah keberangkatan hubby ke Manado, waktunya lihat perkembangan "Little Wahyudi". Rada sedih karena gak ditemani si hubby, tapi ya apa boleh buat, hubby harus cari duit buat nyambung asap di dapur biar tetap ngebuuuul. Di lain sisi sebenarnya saya senang karena kali ditemani mertua perempuan, kakak ipar (mbak Darti dan mas Ruslan), lengkap dengan dua unyil si kembar Naya dan Rida...rameeeee, perjalanan jadi seru, apalagi sepanjang jalan si kembar ngoceh non stop. 
Sampai di rumah sakit, duuuh dapet antrian no.22. Saya dan mertua menunggu di rumah sakit sedangkan kakak ipar dan sikembar berburu kuas lukis. Lama bangeet nunggu giliran, nama saya tak kunjung disebut. Baru sekitar pukul 20.45 WIB baru dapet giliran. Seperti biasanya setelah ditanya keluhan oleh dokter saya langsung diarahkan ke tempat tidur untuk di USG. Alhamdulillah "Little Wahyudi" sehat, beratnya sudah 1300 gram (nambah 500 gram dari terakhir kontrol). Bayar biaya konsultasi, tebus obat di apotik kimia farma dan cussss pulang, sampai rumah jam 22.30. Kelaparan karena pulangnya gak mampir warung, alhasil langsung dech nyerbu dapur.

Biaya konsultasi dan USG Rp. 80.000
Folamil Genio dan Hi bone Rp. 275.000
Total Rp. 355.000,-

Konsultasi 10
Gak terasa dah sebulan aja... waktunya lihat perkembangan "Little Wahyudi". Kali ini kapok dapet giliran paling buntut, saya putuskan untuk reservasi lewat telpon...eh ternyata dah dapet no.13 aja, lumayanlah. Berangkat dari rumah sehabis magrib, yang anter masih sama mertua, kakak ipar dan sikembar (makasih ya mbak, mas, mak dah mau nganter ke RS). Sampai di RS pasien sudah banyak, tapi sepertinya bukan ke poli kandungan tapi ke poli lain. Alhamdulillah, nomernya jadi berubah dapet antrian no.10. Karena tempat duduk di poli penuh semua, saya duduk diluar ruangan poli. Jadi kelihatan pas pak dokter dateng naik motor matic tanpa helm datang dengan santai. Setelah dokter terlihat masuk ke ruangan praktek saya putuskan untuk menyusul dibelakangnya (berdiri-berdiri deh nunggu giliran). Alhamdulillah ada pasien yang masuk ke poli umum lumayan dapet tempat duduk akhirnya. Tambah seneng lagi ketika nama saya dipanggil, dapat giliran no.3 sepertinya banyak pasien yang belum dateng, syukurlah. Kali ini saya masuk ditemani kakak ipar saya (mbak Darti). Seperti biasa diawali dengan menanyakan keluhan. Kali ini gigi saya yang bermasalah, yuup gigi saya keropos. Dokter menyarankan saya untuk konsultasi ke dokter gigi, tapi menurut saya belum perlu karena gigi saya tidak sakit. Selain itu saya takut ke dokter gigi, takut ditambal pakai analgam, konon katanya bahaya menambal gigi saat hamil. Biarlah masalah ini saya antisipasi dengan obat kumur antiseptik dan penambahan frekwensi gosok gigi. 
Setelah di USG surprise "Little Wahyudi" dah 2200 gram (bertambah 900 gram) sejak periksa terakhir. Diakhir konsultasi, saya disarankan test laboratorium urine lengkap, HIV, dan glukosa sewaktu. Saya bilang ke dokter kalau saya sudah cek laboratorium saat masih di Bandung. Lalu dokter menyuruh saya membawa hasil test tersebut 2 minggu kedepan, beliau juga mengatakan kalau karena kandungan saya sudah masuk 8 bulan jadi harus rutin diperiksa 2 minggu sekali. Okelah dok!!,, selesai bayar biaya konsultasi dan tebus obat di apotik Kimia Farma cussss pulang. Dalam perjalanan pulang, kami mampir warung pecel tumpang. Hmmm pecel tumpangnya sedaaap, harga murmeer (nanti mampir lagi aaahh). 

Biaya konsultasi dokter dan USG Rp. 80.000
Folamil Genio dan Hi bone Rp. 275.000,-

Konsultasi selanjutnya 2 minggu sekali lalu seminggu sekali, duuuh males sekali tulis tulis sodara-sodara kepanjangan. Intinya saya melahirkan setelah 2 kali datang konsultasi lagi. Alhamdulillah, sekarang my baby tumbuh sehat.

to be continued (klik disini)

Read More »

AKU HAMIL

Crafterkoki
16 Comments
3/04/2016
23 Februari 2016, 
Sementar ghiroh mulai melemah, kusematkan keyakinan padaNya. Ya suatu saat pasti kejaiban itu akan datang menghampiriku...

Minggu itu saya menjalani rutinitas seperti biasa. Kembali disibukkan pekerjaan rumah tangga. Setelah minggu kemarin saya dan suami pulang ke Kediri Jawa Timur. Tiada pertanda khusus yang saya rasakan. Hanya saja selama 2 hari saya sedikit pusing, tapi kalau dibawa beraktifitas pusingnya hilang. Menjelang malam sehabis magrib perut saya seperti begah. Saya sama sekali tak menghiraukan perubahan yang ada dalam diri saya. Saya menganggapnya biasa saja karena cenderung mirip tanda-tanda datang bulan. Sayapun sudah menyiapkan diri, apapun yang terjadi akan saya hadapi dengan Ikhlas. Masih terngiang ngiang kata kata dr. T  jika dalam 4 bulan pasca LOD saya tidak bisa hamil alami maka saya disarankan menjalani proses inseminasi, dan kini sisanya tinggal 1 bulan lagi. 

Saya sudah mulai browsing tentang inseminasi, mulai dari biaya yang diperlukan, tahapan inseminasi dan sempat mengunduh beberapa video dari youtube yang saya tunjukkan ke suami. Suamipun tampaknya menerima semuanya. Tak sampai disitu saja, saya mulai aktif menghubungi Bandung Fertility Center (BFC) RSIA Limijati untuk meminta arahan perihal inseminasi tersebut. Lebih jauh saya mulai cari info hotel/ penginapan di Bandung di sekitar Riau Junction, sebab jika nantinya saya menjalani inseminasi tidak mungkin tiap hari bolak balik Indramayu-Bandung. InsyaAllah mental sudah jauh-jauh hari saya siapkan, termasuk akan menerima hasil terburuk nantinya.

Tiga test pack menunjukkan 2 bar garis lurus
Pagi itu tak seperi biasanya, sudah 3 hari ini saya selalu bangun lebih awal karena kebelet ke kamar mandi. Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah merasakannya kecuali pada musim dingin, atau sebelum tidur minum banyak. Entah apa yang merasuki saya pagi itu, bangun sebelum Subuh, kebelet tapi seperti tak sadar. Bukannya ke kamar mandi, saya malah buka-buka lemari cari testpack sisa bulan kemarin yang masih tinggal 1 pcs. Buka lemari pelan-pelan karena takut suami terbangun. Haa... saya sudah gila rupanya, saya mencaci diri sendiri dalam hati, jika dihitungpun hari itu saya baru telat 2 hari (jika siklus dihitung siklus normal 28 hari). 

Bergegas ke kamar mandi, dan terburu-buru menampung urin tengah. Lalu membuka kemasan testpack merk "onemed". Dalam hati sebenarnya saya lebih meyakini kalo hasilnya kali ini pasti negatif lagi. Dug...jantung bedegup kencang saat mulai memasukkan testpack. Daaaaaaan tak sampai menunggu lama langsung jelas terlihat 2 strip. Seperti bermimpi rasanya, antara percaya dan tak percaya. Saya masih terkejut, detak jantungpun berirama lebih cepat. Sisa urin saya bersihkan, keluar kamar mandi dan lari membangunkan suami. "Bi..bi..bi..bangun", suami dalam keadaan setengah sadar "opo to"? Test  pack dengan 2 garis saya tunjukan sambil berkata "ini beneran kan"?? Air mata saya meleleh tanpa henti sambil memegangi selimut yang suami saya kenakan. "Positif", kata suami saya. "Ho oh", jawab saya pelan sambil menahan tangis dan masih tak percaya dengan semuanya. Saya kembali ke kamar mandi mengambil petunjuk penggunaan testpack. Rupanya suami saya berinisiatif mengabadikannya lewat kamera hape, testpack dengan 2 garis diphotonya berulang-ulang. Tak puas sampai disitu, saya pun ikut mengabadikannya. Akhirnya adzan subuh pun terdengar, saya mengambil wudhu. Sebelum sholat saya mendapati suami yang sudah duduk diatas kursi memandang saya sambil melemparkan senyuman yang sangat manis, membuat saya ingin menangis lagi. Ya Allah benarkah ini? 

Selesai sholat Subuh saya mengerjakan ritual rutin yaitu mengaji. Kali ini sampai surah As Saffat saya membacanya sambil terbata bata menahan tangis bahagia. Hingga sampai tepat ayat 100 "Rabbi habli minasshalihin" dilanjutkan dengan ayat 101 "Fabasharna hubilaghulaamin halim" air mata saya semakin tak tertahan saya menangis terisak-isak. Saya mengulangi 2 ayat tersebut dan membaca artinya dalam hati, "Ya "Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang yang shaleh" (100). Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar, (Ismail)" (101).

Saya menghentikan bacaan Al Quran saya karena masih menangis, "Ya Allah apa ini, adakah ini petunjuk dariMu ya Allah". Setelah tenang saya melanjutkan sisa bacaan surah As Saffat. Dua ayat ini memang fenomenal sekali, ayat ini adalah doa nabi Ibrahim ketika memohon keturunan. Tiap tahun saat Idul Adha pastilah ada kutipan 2 ayat ini saat khutbah sholat Ied. Saya sendiri tahu ayat ini, bahkan sering membacanya. Tapi saya lupa kalau ayat ini dari Surah As Saffat. Benar-benar tanpa kesengejaan, saya membaca surah As Saffat ini, saya hanya mengikuti runtutan surah setelah surah Yasin yang saya baca di hari sebelumnya. Saya menganggap apa yang sudah saya lalui adalah pengalaman spritual yang tidak akan terlupakan selama hidup saya. Bukan bermaksud ingin menyamakan kisah kami dengan nabi Ibrahim, sungguh kami tak layak dan tak berharga jika dibandingkan dengan manusia pilihan Allah, kami hanya meneladani kesabaran nabi Ibrahim Alaihissalam dalam doanya memohon keturunan pada Sang Khalik, Allahuakbar. Alhamdulillah setelah 6 tahun menunggu, bersabar dan berikhtiar, Allah mengabulkan doa saya.

Siang hari saya merengek ke suami minta diantar ke apotik untuk membeli testpack baru. Masih ada sisa keraguan yang harus saya hilangkan. Siang itu saya membeli 2 merk testpack, sensitif dan 1 merk Ham-L yang akan saya gunakan untuk cek ulang. Karena kegirangan malam saya jadi susah tidur, ingin cepat pagi supaya bisa ngecek ulang. Dasar gak sabar.. jam 3 pagi saya bangun buat ngecek, saya gunakan yang merk ham-L daaaaan hasilnya masih sama 2 strip juga (senyum-senyum sendiri di kamar mandi) kemudian saya tidur lagi. Setelah sholat subuh dan selesai mengaji saya mengajak suami saya untuk melakukan test bersama. Tentu saja pakai urin yang berbeda dengan yang saya pakai jam 3 tadi. Alhamdulillah hasilnya masih tetap sama 2 strip. Saya kumpulkan ketiga tespack yang saya gunakan dan saya abadikan dengan kamera HP.

Waiting for 6 years... answered...

Selama 6 tahun berusaha banyak sekali yang telah kami alami. Mungkin saja diluar sana masih banyak pasangan lain yang mengalami ujian yang lebih berat dalam usaha mendapatkan momongan. Ada beberapa point penting yang saya dapat simpulkan dan jadi pelajaran penting untuk diri sendiri, bahwa komunikasi 2 arah antara suami istri itu sangat penting, tiada guna jika saling menyalahkan. Mencoba saling terbuka, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan pasangan menjadi awal penyatuan kesamaan tujuan. Yang terpenting adalah jangan pernah berputus asa pada Rahmat Allah, dengan ijinNya semua yang tak mungkin jadi mungkin. Allah menimpakan ujian karena tahu bahwa kita mampu melaluinya. Jangan pernah sekali kali berburuk sangka pada Allah, yakinlah Allah maha segalanya. Iklashkan hati menjalani semuanya. Banyak cerita nyata mereka yang berhasil hamil setelah benar-benar berserah padaNya. Kamipun sama, kami hanya bisa terus mengusahakan yang terbaik dan menyerahkan keputusan mutlak pada sang Khalik. Kami merasa begitu bersyukur akan anugerah yang Allah berikan ini. Semoga kehamilan saya lancar sampai proses persalinan nanti.

TO BE CONTINUED (klik disini)

Read More »

Perkedel Sehat Jagung Manis

Crafterkoki
Add Comment
3/04/2016
Masih bertema Healthy Lifestyle, lagi hobby bikin menu sehat nich. Selain sehat, gorengan yang satu ini dijamin bisa jadi favourit keluarga. Tekstrur renyah diluar dan lembut didalam dijamin bikin pengen lagi dan lagi.. Walaupun sehat, tetap donk harus ingat timbangan. Jangan karena embel-embel sehat remnya jadi blong ya, hehehehe. yuk simak resepnya...


Bahan:
  • Rolled oat / tepung gandum taj mahal 5 sdm
  • Jagung manis 1 bh
  • Bawang merah 3 siung
  • Bawang putih 2 siung
  • Daun bawang 1 batang
  • Telur ayam 1 butir
  • Garam secukupnya
  • Minyak canola untuk menggoreng


Cara membuat:
1. Bila menggunakan rolled oat terlebih dahulu anda harus menghaluskannya, gunakan chopper atau blender kering. Sisihkan.
2. Sisir jagung manis
3. Haluskan bumbu dan jagung manis bersamaan, gunakan chopper.
4. Tambahkan telur ayam, aduk-aduk.
5. Tambahkan garam dan daun bawang.
6. Tambahkan rolled oats halus / tepung gandum taj mahal.
7. Goreng dalam minyak panas, gunakan api kecil saja.


^SELAMAT MENCOBA^
Read More »

ANEKA RESEP OAT UNTUK SARAPAN

Crafterkoki
2 Comments
2/28/2016
1. Oatmeal Susu

Ini resep paling praktis buat sarapan, tinggal masukkan oatmeal 2,5 sdm dan 3 sdm bubuk susu skim low fat lalu siram dengan air hangat kuku. Tinggal sluuurp, aaaah nikmatnya.
*Beberapa merk susu yang saya gunakan, Tropicana Slim, Calciskim, Hilo, dll. Pilihan terakhir saya jatuh pada Anlene Mocha Caramello rasanya enaaaaaak. (gak ada picnya, hehehe)


2. Crunchy Omelete Oat


Bahan:
  • Telur ayam 1 butir
  • Oatmeal Instan 4 sdm
  • Garam secukupnya
  • Daun Bawang (iris tipis) secukupnya
  • Merica Bubuk secukupnya
  • Kayu manis bubuk secukupnya
  • minyak canola 1 sdm
  • air, jika perlu
Cara Membuat:
1. Campur oat dengan telur, aduk-aduk.
2. Tambahkan garam, daun bawang, merica bubuk, dan kayu manis bubuk
3. Tambahkan air jika perlu, jika masih kaku tambahkan air 1-2 sdm saja
4. Tambahkan minyak canola
5. Masak dengan grill pan atau teflon, gunakan api kecil. bolak balik agar matangnya merata. Bisa dimasak langsung, saya memilih untuk mencetaknya kecil kecil supaya sensasi crunchynya dapet, hehehehe
6. Hidangkan saus sambal


3. Banana Oatmeal Pancake

 Bahan:
  • 5 sendok oatmeal
  • 4 pcs pisang cere matang / 2 bh pisang ambon (haluskan dengan garpu)
  • 25 gram gula palem
  • 1 butir telur
  • Garam secukupnya
  • Cinnamon powder secukupnya
  • Air 3 sdm
  • Canola oil
Cara membuat:
1. Haluskan pisang cere dengan garpu, sisihkan.
2. Kocok telur dan gula palem sampai mengembang.
3. Masukkan oatmeal instan, cinnamon powder dan garam, aduk hingga tercampur.
4. Masukkan pisang yang sudah dihaluskan, tambahkan air jika perlu.
5. Olesi pan/wajan teflon dengan minyak canola, tuang adonan, masak dengan api kecil. *saya pakai snack maker*
Untuk 2 orang, sajikan dengan teh tawar.


4. Banana Oatmeal Smoothies


Bahan:
  • pisang muli 3 bh / pisang cere 2 bh / pisang ambon 1 bh
  • oatmeal 2 sdm
  • susu skim rasa coklat 2 sdm
  • air dingin
Cara Membuat:
Blender semua bahan sampai halus. Disajikan dingin lebih nikmat.



Read More »

DIET PCOS

Crafterkoki
5 Comments
2/28/2016
Terkait program hamil pasca LOD yang saya jalani dokter memberi PR bahwa saya harus menurunkan 10 % dari total berat badan saya, dan rutin berolah raga untuk menyeimbangkan hormon reproduksi . Ini tentu saja bukan tantangan mudah untuk saya, yang hobbynya masak khususnya baking. Pasca operasi LOD saya sudah bertekad bulat memenuhi target yang dr. T berikan. Saya harus merubah pola hidup saya 180 derajat. Perjuangan saya dimulai dengan browsing terkait kondisi PCOS yang saya alami, sudah tak terhitung berapa artikel yang saya baca. Saya juga mengunduh aplikasi calori counter di play store untuk menghitung kebutuhan kalori saya tiap harinya. ya...kali ini saya harus sungguh-sungguh!

Dari sekian banyak artikel yang saya baca menurunkan berat badan tanpa obat itu bukan perkara mudah. Dokter sendiri sebenarnya tidak pernah menyarankan saya diet. Hanya saja saya berpikir sendiri mustahil bisa turun berat badan hanya dengan olahraga ringan dan konsumsi metformin  yang katanya bisa menurunkan gula darah dan memaksimalkan metabolisme gula oleh tubuh. "GULA" ya itu dia kuncinya, ini yang harus saya kendalikan. Saya mengumpulkan banyak informasi mengenai si manis ini.
jus tomat ala crafterkoki, sehat dan menyegarkan ^_^
Yang membaca postingan ini saya yakin lagi program hamil, punya kecenderungan PCOS atau malah PCOS suspect sejati seperti saya. Semangat!!! yakinkan diri bahwa PCOS bisa hamil. Yuk, kita setujui dulu bahwa wanita dengan PCOS itu berbeda, saya lebih suka menyebutnya "istimewa" ^_^. Orang dengan PCOS cenderung memiliki masalah resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana insulin (hormon yang disekresi oleh pankreas untuk mengontrol level gula darah dalam tubuh) tidak lagi bekerja dengan semestinya. Akibatnya gula masuk dalam tubuh penderita tidak diolah jadi energi tapi ditabung alias ditumpuk jadi lemak dibagian tertentu, khususnya perut melebar ke sisi kanan dan kiri dibawah pinggang, dekat ketiak / arm pit (Ini nyata saya alami).


Perlu digaris bawahi diet bukan berarti tidak makan ya, diet itu lebih ke mengatur pola makan. Nah, diet yang harus dijalani oleh penderita PCOS mirip dengan diet pada penderita Diabetes Militus (DM), hanya saja tidak seekstrim diet pada penderita DM. Penderita PCOS harus menerapkan pola diet tinggi serat dan rendah rendah glikemik. Indeks glikemik (glycemic index/GI) adalah ukuran kecepatan makanan diserap menjadi gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, semakin cepat dampaknya terhadap kenaikan gula darah. Jadi semakin rendah indeks glikemik bahan makanan semakin baik untuk penderita PCOS. Baik bagi wanita dengan PCOS untuk menjadi lebih kritis terhadap makanan, cari tahu info kandungan nilai gizi dan rajin rajinlah browsing internet untuk mencari tahu indeks glikemik makanan yang biasa kita makan atau yang akan kita makan, sehingga kita mampu membatasinya atau bahkan berhenti makan makanan yang efeknya buruk bagi kondisi kesehatan kita. Yang dibutuhkan disini adalah kesungguhan niat dan kemauan, Insyaallah mudah dijalani kalau kita ikhlas.

Berikut adalah diet tinggi serat rendah glikemik "ala saya" yang terapkan selama 3 bulan, sejauh ini sudah berhasil turun 12 kg.

*Pukul 07.00 Sarapan (pilih salah satu)
  • Oat instan (Quaker oat), Rolled oat (oatsy), dll. Resep oat untuk sarapan (klik disini)
  • Buah, pilihlah buah yang tidak terlalu manis. (Ex: pisang, pepaya, buah naga)
  • Telur ceplok (2 butir telur ayam, dengan 1 kuning telur dibuang).
  • Jus 3 diva (tomat, wortel dan apel malang) tanpa gula. Konon jus ini mampu meningkatkan kesuburan pasangan suami istri. Di beberapa website jus 3 diva ini disaring dan yang diminum hanya sarinya, saya memilih untuk tidak disaring. Alasannya karena ampasnya mengandung serat yang juga baik untuk penderita PCOS.
*Pukul 10.00 snacking (pilih salah satu)
  • Buah, ex: apel, buah naga, pisang
  • Jus Tomat tanpa gula, saya biasa menyiasatinya dengan menambahkan yogurt rasa strawberry atau yakult dengan perbandingan 2 buah tomat ukuran sedang ditambah 65 ml yogurt strawberry atau1 botol yakult lalu diblender.
*Pukul 12.00 Makan siang
  • Tidak ada menu khusus, saya hanya mengganti nasi putih dengan nasi merah atau nasi hitam. Porsinya sedikit nasi, banyak sayur dan lauk. 
*Pukul 14.00 snacking
  • Sama seperti snack jam 10, untuk snack jam 14.00 tidak rutin hanya jika lapar saja.
*Pukul 17.00/18.00
  • Sama seperti makan siang. (Beras merah atau beras hitam dimasak dengan cara ditim, direndam terlebih dahulu selama 15 menit supaya pulen).
**diet tidak harus saklek seperti yang saya jalani, bisa bereksperimen sendiri dengan catatan perhatikan nilai gizi dan indeks gikemik bahan makanan anda.


Selain menerapkan pola makan diatas ada beberapa kebiasaan yang saya rubah:
  • Tidak makan mie Instan, sebisa mungkin menghindarinya. Kadang saya menyiasati dengan makan mie instan 1-2 sendok makan, siasanya saya berikan pada suami saya... hehehe (ini juga kalau terpaksa, beberapa kali saya diperingatkan suami, dasar saya saja yang masih suka bandel).
  • Menjauhi makan dengan gluten tinggi terutama yang berbahan dasar tepung tepungan. Ex: Roti, cake, makanan ringan. Pilihlah roti yang berbahan dasar gandum utuh, ex: roti tawar gandum dari Sariroti atau Garmelia, Oatbits).
  • Jangan ngemil makanan yang mengandung karbohidrat, ex: roti, ubi rebus, ubi bakar, kentang goreng, singkong rebus. Percayalah bahwa hal ini akan meningkatkan kadar gula darah anda.
  • Hindari minuman bersoda dan minuman kalengan, teh botol, dll dengan kandungan natrium tinggi. Pilihlah air mineral atau air oksi, jika ingin yang manis pilihlah yogurt less sugar atau teh botol yang kandungan natrium dan gulanya sedikit, ex:yogurt: heavenly blush, teh botol: fiesta white tea.
  • Stop MSG (penyedap makanan) dengan masak tanpa penyedap cukup garam dan bumbu saja dan tidak jajan sembarang seperti bakso, somay, batagor dan mie ayam.
  • Hindari buah yang manis (ex: anggur, kelengkeng, durian, nangka, dll). Pilih buah yang tidak manis atau rendah glikemik, ex: tomat, pisang yang tidak terlalu matang, buah naga, kiwi, apel dan pepaya.
  • Perbanyak minum air putih, minimal 1.5 liter perhari.
  • Stop minum kopi instan dan teh, saya masih suka minum teh sesekali dengan mengganti gula pakai madu asli. 
  • Membatasi bahan makanan dari kacang kedelai, seperti tempe, tahu, dan susu kedelai. Saya sempat menanyakan masalah ini pada dokter. Kata dokter no problem yang penting tidak banyak.
  • Jauhi gorengan, dan ganti minyak goreng yang anda gunakan dengan minyak canola. Saya sendiri belum bisa mengganti total minyak goreng yang saya gunakan dengan minyak canola, karena harganya cukup mahal untuk saya. Saya menyiasatinya dengan menggunakan minyak canola saat memasak sayur yang ditumis dan menggoreng telur sedangkan untuk menggoreng (deep frying) saya masih memakai minyak goreng biasa.


Point terpenting bagi PCOS suspect yang sedang melakukan program hamil adalah "OLAHRAGA". Sempatkan berolahraga minimal 20 menit sehari, dan usahakan sampai banjir keringat ya. Saya pribadi melakukan olahraga ringan dengan treadmill pagi atau sore selama 20 menit, ditambah stepper 5 menit dan beberapa gerakan stretching sederhana 5 menit. Begitu pentingnya olahraga dokter kandungan tempat saya promil tiap kontrol selalu menanyakan apakah saya sudah rutin olahraga.

Sekian ulasan singkat tentang diet PCOS dan beberapa tips pola hidup sehat yang saya jalani selama promil, semoga bisa membantu.

TO BE CONTINUED (klik disini)
Read More »

Konsultasi Pasca LOD (9)

Crafterkoki
4 Comments
2/27/2016

Alhamdulillah satu step terlalui. Semoga semakin dekat dengan goal yang kami inginkan. Setelah laparoscopy, selama 4 hari masih terus keluar darah mirip darah haid. Sesekali luka bekas operasi masih sakit saat duduk terlalu lama. Perlahan rasa sakitpun mulai mereda. Kalau tidak nyeri saya hanya minum antibiotik oral yang diberikan sedangkan obat anti nyerinya tidak saya minum. Bahkan obat anti nyeri pronalges ketoprofen (pain killer via anus) tidak pernah sekalipun saya gunakan. Hanya ada sedikit masalah, karena opsite (plester luka anti air) bolak balik rembes saat mandi. Jadilah opsite yang seharusnya dibawa saat kontrol saya pakai dulu, bahkan sempat beli opsite lagi karena rembes terus.

Kontrol I Pasca LOD
Satu minggu terlewati, tiba saatnya saya kontrol sekaligus buka jahitan. Sampai diruang tunggu suster menanyakan apakah saya membawa oposite dan betadine yang diberikan setelah operasi, saya bilang saja kalau sudah terpakai. Suster menyarankan saya untuk membeli 3 pcs opsite lagi di apotik. Tiba juga giliran saya, suster langsung mengarahkan saya menuju bed disusul dr. T. Tek..tek.. bunyi gunting saat dr.T memotong sisa benang bekas operasi, dilanjutkan suster mengusap lukanya dengan betadine dan ditutup kembali dengan opsite. Kali ini saya tidak di trans V. Setelah selesai saya kembali ke samping suami saya. dr. T membuka photo operasi LOD saya dan menerangkan beberapa hal terkait operasi kemarin dan treatment yang akan dilakukan pada saya selanjutnya. Dr.T memberikan gambaran jika saya harus bisa hamil alami dalam jangka waktu 4 bulan pasca operasi karena hasil operasi LOD hanya bisa mempertahankan kondisi ovarium normal selama 6 bulan saja, jika dalam waktu 4 bulan belum hamil saya disarankan untuk inseminasi. Selain itu dr. T juga menekankan kalau saya harus rutin minum obat dan mutlak harus olahraga setiap hari, saya juga ditarget harus bisa menurunkan 10 % dari BB saya saat itu. dr. T lucu banget, sesekali menggoda kami dan bilang kalo sekarang sudah bisa "woyo-woyo" (berhubungan intim, red) ckckckck... "Nanti saya kasi obat juga buat bapak biar spermanya galak-galak". Suami saya tersipu malu jadinya. Kontrol hari ini selesai.
  • Beli opsite 3 pcs Rp. 48.000
  • Biaya kontrol post operasi Rp. 300.000
  • Obat untuk saya Inlacin 100 mg dan Formell (metformin 850 mg) @60 tabs (untuk 2 bulan) Rp. 487.200,-
  • Supplement untuk suami Torrex (90 caps) dan Eturol escolab (60 caps) Rp. 1.115.000
Total biaya: Rp. 1.950.200,-

Kontrol II Pasca LOD
Hahaha, dasarnya saya aja kali yang suka hectic. Dr. T sebenarnya menginstruksikan kontrol pas seminggu sebelum obat habis, saya malah datang satu bulan sebelumnya. Maksudnya sich, ingin lihat kondisi sel telur. Selain itu saya punya sedikit keluhan karena siklus haid saya memendek drastis jadi 20 harian (khawatir donk jadinya). Untungnya suami mau antar saya ke Bandung, sempat sebel jua si hubby gara-gara kena macet dari farm house Lembang sampai Setiabudi. Akhirnya, sampai juga di RS Limijati. Ketemu dr. T saya senyum senyum sambil menceritakan keluhan yang saya alami. Saya kemudian di USG trans V. Dr. T bilang kalau kondisi ovarium saya sudah bagus. Beliau juga sempat menanyakan berat badan saya sudah turun berapa kg, saya bilang 5 kg. Dr.T menyemangati saya agar terus giat olahraga. "Oke dok akan saya laksanakan!". Saya diresepkan obat yang sama dengan bulan lalu, saya putuskan untuk menebus nanti saja kalau obat sebelumnya sudah habis. Seminggu menjelang obat sebelumnya habis saya tebus kembali resep dari dr. T dirumah sakit yang sama. 
  • Biaya Konsultasi dan USG trans V Rp. 300.000,-
  • Obat Inlacin 100 mg dan Forbetes (metformin 850 mg) @ 60 tabs Rp. 449.800,-
Total biaya: Rp. 749.800,-

Kontrol III Pasca LOD
Obat yang saya tebus terakhir baru diminum 12 tab dan lagi-lagi panic plus hectic gara-gara siklus haid maju lagi jadi 18 hari. Darah yang keluar sedikit, seminggu kemudian haid lagi. Esok harinya (h+2 haid) saya minta suami untuk mengantar konsultasi lagi ke dr.T. Baru masuk ruangan, sudah digoda dr. T "sudah berapa bulan hamilnya", saya tersenyum cengengesan "belum dok". Dokter T juga tak bosan-bosan bertanya sudah turun berapa kg dan masih terus olahraga atau tidak. Dr. T sampai bertanya ulang pada suami apakah benar saya rutin olahraga, suami sayapun membenarkan kalau saya rutin olahraga dan sudah turun 10 kg (padahal yang sebenarnya sudah turun 11 kg). Lalu saya ceritakan keluhan saya, "yuk diperiksa dulu" kata dr. T. "Bagus kok kondisinya" ujar dokter T sambil mengoperasikan alat USG. Sebelum menyudahi USG dr. T menggoda saya, "langsingan ya sekarang, makan apa". Sayapun menjawab "saya ganti beras putih dengan beras merah dok, dan menjauhi makanan yang indeks glikemiknya tinggi". Dr. T tersenyum lalu kembali menyambung percakapan "saya mau ganti juga ah makan beras merah", lucu kan dokternya, ckckckck. Di meja konsultasi dr. T menjelaskan kalau kondisi yang saya alami wajar, rahim saya sedang bingung menerima sinyal. Hal ini dikarenakan karena sebelum LOD saya hampir tidak pernah ovulasi, dan pasca LOD saya bisa berovulasi. Saya memilih untuk percaya saja dengan apa kata dr. T. Saya menyinggung diet yang saya jalani selama ini, dan dr. T menyarankan untuk dilanjutkan saja, karena pola hidup sehat itu penting, "ya kalau dilanggar sesekali gak papalah" begitu selorohnya, membuat saya dan suami tertawa. Masalah jadwal berhubungan intim dr. T tidak memberikan waktu khusus, "yang penting rutin saja 2 atau 3 hari sekali hajar aja" hahahahaha kami tertawa lagi. Beliau juga mengingatkan kalau 2 bulan lagi belum hamil saya harus menyiapkan diri untuk menjalani proses inseminasi. Dr. T kembali meresepkan obat yang sama, saya memutuskan menebus obatnya setengah saja, karena obat sebelumnya masih banyak.
  • Biaya Konsultasi dan USG trans V Rp. 300.000
  • Obat Inlacin 100 mg dan Fomell (metformin 850 mg) @30 tabs Rp. 243.600,-
Total biaya: Rp. 543.600,-

**postingan ini dilengkapi dengan nilai nominal biaya pengobatan semata mata bukan bermaksud pamer dsb, namun hanya sebagai tambahan informasi saja.

To be continued (klik disini)
Read More »
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Search here!

Let's be friend!

Facebook  Google+ Instagram Twitter 

Labels

  • Bread cake n cookies
  • Camilan
  • Ceritaku
  • Healthy Life Style
  • Ingin Jadi Ibu
  • Lapak Jualan
  • Lauk Pauk
  • Pojok Homemade

Popular Posts

  • KONSULTASI KEHAMILAN
    sumber gambar: www.123rf.com Konsultasi 1 25 Februari 2016 (4 W 3 D) 2 hari setelah mendapat tespack positif kami pergi ke dr.T ...
  • PENGALAMAN OPERASI LOD (Laparoscopy Ovarian Drilling) (8)
    Ujian Tuhan adalah sesuatu yang harus kita selesaikan. Dan Tuhanlah yang akan memampukan hambanya yang sungguh sungguh dalam menyelesaika...
  • Traditional Treatment: Pijat Hamil (5)
    Sepanjang 2013-2014 Efek konsultasi terakhir dengan obgyn membuat beban pikiran yang berkepanjangan. Makan tak enak tidurpun tak nyenya...
  • DIET PCOS
    Terkait program hamil pasca LOD yang saya jalani dokter memberi PR bahwa saya harus menurunkan 10 % dari total berat badan saya, dan ruti...
  • KONSULTASI OBGYN "part 3" (6)
    Diakhir 2014, Setelah hampir 2 tahun berhenti ke obgyn dan mencoba pengobatan tradisional, berbekal sisa-sisa trauma kegagalan saya...
  • Konsultasi Pasca LOD (9)
    Alhamdulillah satu step terlalui. Semoga semakin dekat dengan goal yang kami inginkan.   Setelah laparoscopy, selama 4 hari masih ter...
  • AKU HAMIL
    23 Februari 2016,  Sementar ghiroh mulai melemah, kusematkan keyakinan padaNya. Ya suatu saat pasti kejaiban itu akan datang menghampir...
  • MELAHIRKAN
    Ni juga late post banget, dah ditulis dari kemaren2 tapi belum diposting aja di blog. Hari ini my baby genap 7 bulan. usia 1 hari, wa...
  • GANTUNGAN KUNCI OWL
    Punya banyak kain perca dirumah? sayang kalau hanya berakhir jadi lap dapur, keset atau bahkan dibuang. Yuk bikin gantungan kunci owl, bisa...
  • MENCOBA PENGOBATAN TORCH (3)
    SEKILAS TENTANG TORCH  (klik disini) Awal 2011... Memasuki tahun ke-3 pernikahan dan Allah masih belum mempercayakan rejeki anak k...
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2015 CRAFTERKOKI Template By All Blog Things